6 Langkah Awal Belajar SEO Bagi Pemula yang Segera Bisa Dipraktikkan

Berbicara mengenai dunia digital, teman-teman sudah pasti tidak asing lagi dengan SEO, salah satu teknik digital marketing yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan bisnis di era sekarang.
Melalui SEO, Anda mampu mendapatkan traffic secara gratis/organic tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Bahkan, jika traffic yang datang memiliki intensi untuk convert, SEO bisa memberikan peningkatan conversions sehingga membuat bisnis Anda semakin berkembang.
Tanpa SEO, bisa jadi bisnis Anda akan stagnan. Buat yang belum tahu, saat ini Google menjadi salah satu mesin pencari yang memiliki pasar yang lebih besar dibandingkan dengan search engine lainnya seperti Yahoo, Bing, DuckDuckGo, Baidu, dan lain-lain.
Bahkan, menurut data dari Search Engine Market Share di tahun 2021, Google memiliki pangsa pasar sebesar 92,01%, berada jauh di atas Bing dengan 2,96% dan Yahoo 1,51%.
Melihat data tersebut, tentu sangat disayangkan jika tidak memanfaatkan SEO dengan optimal.
Akan tetapi, mungkin teman-teman yang hendak mau terjun ke SEO untuk mengembangkan bisnisnya masih merasa kebingungan mengenai cara belajarnya. Apakah harus mempelajari keyword research terlebih dahulu, atau menguasai JavaScript.
Untuk mengatasi hal tersebut, saya akan memberikan beberapa cara yang bisa Anda praktikkan dalam belajar SEO dari awal.
1. Pahami definisi SEO dengan cermat
Beberapa dari teman-teman mungkin seringkali mendengarkan istilah ini, tetapi tidak tahu persis apa definisi di baliknya.
Secara garis besar, menurut Neil Patel SEO merupakan singkatan dari Search Engine Optimization, di mana SEO ini sebuah proses untuk membantu situs atau konten Anda mampu berada di peringkat atau halaman pertama di Google.
Baca juga:
7 Cara Cepat Belajar SEO untuk Pemula
Balik lagi ke penjelasan awal, Google jadi search engine terbesar saat ini. Faktanya, menurut Neil Patel 75% pencarian online dimulai dari Google.
Sebagian besar orang sudah pasti akan mencari informasi melalui Google dengan beraneka ragam keyword. Sebagai contoh, orang-orang ingin mencari resep ayam kecap. Otomatis, ia akan mencari keyword-keyword seperti “resep ayam kecap”, “cara membuat ayam kecap”, dll.
Anda juga harus memahaminya dengan cermat maksud di balik dari pencarian user terhadap suatu keyword. Hal tersebut dinamakan dengan search intent.
Di sinilah SEO mempunyai peranan penting untuk membuat konten Anda berada di peringkat terbaik search engine seperti Google.
Sebisa mungkin, pilih keyword yang tepat serta membuat konten mempunyai kualitas yang bagus sehingga mampu menjawab pertanyaan dari para user.
Terakhir, SEO itu tidak berakhir hanya kalau website sudah berada di peringkat atau halaman pertama di situs pencari. Peringkat yang semakin tinggi itu harus bisa membawa traffic yang bisa mencapai tujuan bisnis dari website teman-teman.
2. Kenali cara kerja mesin pencari
Memahami definisi SEO saja tidak cukup. Anda juga perlu mengerti bagaimana cara kerja search engine dalam menemukan dan menempatkan suatu konten di Search Engine Result Page (SERP). Hal ini sangat penting supaya Anda mampu membuat konten yang memuaskan search engine sekaligus para user.
Teman-teman mungkin sudah mengerti kalau di Google ada ratusan atau bahkan jutaan situs yang menyajikan berbagai macam informasi bagi user. Tugas dari search engine adalah meninjau jutaan situs tersebut dan memutuskan mana situs yang kontennya relevan dan berkualitas bagi para pengguna.
Lantas, bagaimana cara Google melakukan hal tersebut? Ada tiga istilah yang perlu teman-teman ketahui:
Crawling: Dalam proses ini Google mempunyai sebuah robot yang bernama Google crawler untuk menemukan konten-konten yang berada di search engine. Dari semua konten yang ditemukan, crawler akan memilih mana konten yang berkualitas dan relevan sesuai keyword yang dicari oleh user.
Indexing: Setelah mengumpulkan konten yang relevan, Google akan menyimpan informasi yang ditemukan pada proses crawling dan memprosesnya untuk ditampilkan bagi query yang relevan. Pada tahap ini, penting bagi pemilik website untuk memperbaikinya situs-nya supaya terindeks dengan baik oleh Google.
Ranking: Google akan membuat ranking untuk halaman yang paling relevan dan berkualitas di peringkat yang terbaik. Artinya, hasil akan diurutkan sesuai tingkat relevan suatu konten dan kualitasnya.
3. Pelajari aktivitas-aktivitas kunci SEO
Apa saja aktivitas dalam SEO yang perlu dipelajari oleh teman-teman?
- On-page content optimization
- On-page technical
- Off-page optimization
(Praktisi lain ada yang membaginya menjadi on-page SEO, technical SEO, dan off-page. Berbeda nama, tapi secara substansi sebenarnya sama saja)
Ketiga aktivitas kunci SEO tersebut berdasarkan dari cara kerja mesin pencari, sehingga ketiga aktivitas ini adalah aktivitas yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal di search engine.
Lebih mudahnya, mari kita bahas satu per satu
a. On-page content optimization
On-page content optimization adalah sebuah usaha yang dilakukan untuk mengoptimalkan website melalui konten-konten.
Dalam pembuatan konten, teman-teman tidak hanya menuliskan artikel saja, melainkan juga harus memperhatikan dari segi keyword, meta description, SEO title, permalink, internal link, hingga memasukkan visual di dalamnya seperti gambar ataupun video.
Dengan memaksimalkan content, maka konten Anda akan mudah diindeks oleh Google dan berpotensi masuk di halaman pertama Google.
b. Technical SEO
Pada bagian ini, teman-teman harus mempelajari beberapa aspek technical SEO seperti XML sitemaps, page speed, crawling dan indexing hingga structured data.
Technical SEO dinilai penting untuk didalami dengan baik supaya situs Anda mempunyai experience yang bagus bagi user.
Selain itu, belajar technical SEO juga mampu membuat situs Anda mudah untuk di-crawl dan di-index oleh mesin pencari.
c. Off-page optimization
Jika on-page cenderung mengoptimalkan situs melalui dalam website sendiri (baik sisi konten maupun technical), off-page merupakan salah satu usaha SEO untuk memaksimalkan dari luar situs.
Salah satu cara optimasi off page-SEO dengan cara melakukan link building. Link building merupakan suatu usaha dengan meletakkan link di situs lain yang mengarah ke situs kita atau biasa disebut dengan backlink.
Pastikan teman-teman mendapatkan link dengan cara yang natural, tidak berlawanan dengan panduan dari Google.
Hal ini dilakukan guna mendapatkan kepercayaan dari Google. Semakin tinggi kepercayaan situs Anda, maka semakin besar kemungkinan situs Anda untuk diletakkan di halaman pertama Google.
4. Belajar keyword research
Keyword research merupakan suatu proses di mana Anda mencari keyword yang relevan untuk topik tertentu yang dicari oleh user melalui search engine.
Dalam mencari keyword, teman-teman bisa menggunakan beberapa tools berbayar seperti Ahrefs, SEMrush, hingga Google Keyword Planner.
Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan Google Trends dan media sosial untuk mencari keyword secara gratis.
Memakai keyword yang relevan dengan apa yang sedang dicari oleh user untuk topik tertentu akan membantu konten Anda mendapatkan peringkat yang bagus di SERP.
Sebagai gambaran Anda, ada beberapa jenis keyword yang perlu diketahui:
- transactional, keyword yang biasanya dicari user untuk melakukan sebuah transaksi pembelian
- informational, keyword yang digunakan untuk mencari suatu informasi dari mesin pencari
- navigational, keyword ini biasanya dipakai ketika user ingin langsung menuju ke situs, tetapi tidak tahu domainnya
Untuk memahami keyword research lebih lengkap, Anda bisa membaca artikel dari Daily SEO ID di bawah ini:
5. Memahami SEO tools
Tidak hanya belajar mengenai fundamentalnya saja, Anda juga perlu memahami tools-tools yang mampu menunjang aktivitas SEO.
Dengan SEO tools, teman-teman mampu membaca data dan mengolahnya dengan baik serta melakukan riset kompetitor dengan cermat. SEO tools ini juga bisa mempermudah aktivitas SEO teman-teman.
Berikut ada beberapa SEO tools yang wajib Anda ketahui:
Google Analytics, tools ini berfungsi untuk memonitor traffic yang masuk ke dalam situs. Tidak cuman itu, tools ini juga berguna untuk mengidentifikasi bounce rate serta keyword potential
Google Search Console, tools ini juga berfungsi untuk mencari keyword potential dalam situs, melakukan indexing, hingga sitemap
Screaming Frog, tools ini berguna untuk melakukan crawl situs Anda serta memonitoring error yang terjadi di dalamnya
Ahrefs, SEMrush, Google Keyword Planner, tools ini berguna untuk melakukan keyword research
6. Belajar dari para pakar secara online
Tidak bisa dipungkiri, belajar SEO secara otodidak itu tidak untuk semua orang. Akan lebih mudah jika kita mengikuti panduan/ajaran yang diberikan oleh para praktisi SEO.
Beberapa tempat belajar SEO secara online yang direkomendasikan untuk diikuti oleh teman-teman:
Full-Stack Digital Marketing Program dari RevoU. Selain SEO, teman-eman akan belajar tentang digital marketing secara keseluruhan dari para pakar & praktisi di masing-masing bidangnya.
YouTube channel: Search Agency. Search Agency adalah salah satu SEO agency terkemuka di Indonesia. Di channel YouTube-nya, mereka sering mengundang berbagai praktisi SEO berbeda untuk bicara mengenai hal-hal spesifik tentang SEO.
Skill Academy: SEO 101. Kelas online ini dipandu oleh Ilman Akbar, memberi arahan langkah-demi-langkah belajar SEO bagi pemula
Itu dia enam cara yang bisa teman-teman praktikkan saat hendak memulai belajar SEO. Terlepas dari semua itu, Anda tidak perlu memusingkan hal-hal SEO yang sekiranya belum dikuasai dengan baik.
Tetap fokus pada teknik SEO yang sudah dikuasai dan konsisten dalam membuat konten. Dengan demikian, seiring berjalannya waktu Anda mampu mengembangkan beberapa teknik SEO yang masih harus dipelajari.
Selain itu, Anda juga bisa join ke Telegram DailySEO ID untuk menggali ilmu lebih dalam lagi mengenai SEO bersama para praktisi di dalamnya. Lewat grup tersebut, Anda bisa bebas bertanya apa saja seputar SEO dan akan dijawab langsung oleh pakarnya.
Sumber : https://www.dailyseo.id